Forum Community 52
follow @NaisInpoh, Click me!home page!index forum!
Selamat datang di forum komunitas SMA Negeri 52 Jakarta. Enjoy! | Forum ini sudah tidak terurus dengan sebagaimana mestinya. Kontak tcsilencer@gmail.com
What's What's Hot!<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>


Share | .
 

 Bagaimana Mengasihi?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Baby_face`
Members
Lv. 5
Members  Lv. 5


[Silver] #2 Top Posters [Gold] #1 Most Active Topic Starters [Gold] #1 Top Posting Users This Month
Female Capricorn Horse
Biography : Perjalanan mencari jati diri...
Status : Orang sukses bertahan lebih lama, orang gagal berhenti lebih cepat.
Mood Mood :
Jumlah posting : 372
Gold : 17042
Reputasi : 8
Birthday : 01.01.91
Join date : 02.03.11
Lokasi Lokasi : Jakarta

Job/Hobbies Job/Hobbies : Browsing

Browser Browser : Firefox
Pesan : Jangan cepat PUAS!

PostSubyek: Bagaimana Mengasihi?   Sat 5 Mar 2011 - 12:40

Ada seorang anak muda yang mengeluh sering tidak bertemu dengan ayahnya. Sejak kecil, ia sudah jarang mendapatkan pelukan dari ayahnya, saat tumbuh dewasa juga jarang melihat sosok ayahnya. Yang dia miliki hanyalah materi yang tak terhitung jumlahnya. Dia sama sekali tidak punya kesan terhadap ayahnya!





Seorang gadis belia merasa sangat jemu terhadap ibunya yang sering kali mengomel. Sejak kecil sudah mulai diomeli, setelah dewasa segala hal juga diurusi, semua hal seperti sekolah, pekerjaan rumah, dan berteman selalu diomeli. Sehingga kesannya terhadap sang ibu hanya sosok yang tiada henti mengomel.

Sepasang suami isteri pada mulanya tidak mengerti kehendak anak mereka. Tidak memahami mengapa anak mereka itu bisa bertingkah laku aneh, selalu mencari masalah, baik kecil maupun besar tidak pernah berhenti. Diberi nasihat pun tidak pernah dihiraukan, selalu berseberangan dengan orang tua. Apakah anak itu tidak mengerti bahwa orang tuanya telah bersusah payah mencari nafkah demi memberikan mereka kehidupan yang tenteram? Orang tua mulai kehilangan kepercayaan terhadap anak mereka, kesan yang diberikan hanyalah anak bandel, tidak mau mendengarkan nasihat serta selalu menciptakan masalah!

Sepasang kekasih mulai bertengkar. Si pria mulai mencurigai kekasihnya tidak setia, sedangkan si perempuan marah karena tidak mempercayai dirinya. Sehingga setiap kali berjumpa, akan menjadi arena pertengkaran. Karena kesal hati, mereka mulai melakukan hal-hal yang semakin membuat kemarahan pasangannya. Percintaan mereka mulai dirasakan hanya indah diawalnya saja!

Cinta kasih itu apa? Harus bagaimana bisa mengerti? Bagaimana mengasihi? Siang malam susah payah mencari uang demi memberikan anak-anaknya kehidupan yang berkecukupan dan segala materi yang mereka butuhkan. Tidak bisa diungkapkan melalui perkataan hanya bisa ditunjukkan melalui tindakan, inilah kasih dari seorang ayah.

Terus mengkhawatirkan anak-anaknya sejak kecil. Diperingatkan dan diperhatikan terus-menerus, berubah menjadi bahasa percakapan yang diucapkan setiap hari. Inilah kasih seorang ibu.

Manifestasi yang semaunya sendiri, setiap kali menimbulkan masalah, tidak peduli dimarahi atau dipukuli, kian hari kian bertolak belakang dengan nasihat orang tua, sehingga membuat orang tua yang tidak ada waktu mengurusi anak-anaknya itu kian sakit kepala. Ini adalah kasih yang dimanifestasikan anak-anak. Mereka akan melakukan hal-hal yang bisa menarik perhatian Anda, saya membutuhkan perhatian kalian yang benar-benar tulus, bukan perhatian yang berlandaskan uang.

Agar lebih memahami pemikiran dari pihak pria, serta agar pihak perempuan itu bisa lebih perhatian kepada dirinya saja, pihak pria dan perempuan mulai saling bertengkar. Ini adalah cinta kasih mereka. Karena mencintai Anda maka ia jadi lebih perhatian kepada Anda, oleh karena mencintai Anda maka ia baru melakukan hal-hal yang kian membuat Anda marah!

Lantas apa yang disebut cinta sejati?

Cinta yang tanpa pamrih di dunia ini tidak ada yang lebih dari pada cinta kasih seorang ibu, dan cinta yang paling bisa membuat manusia menjadi rela sehidup semati adalah cinta kasih sepasang kekasih. Mencintai dan dicintai seseorang semuanya mempunyai pergerakan hati secara relatif. Tetapi bagaimana baru bisa terhitung sebagai cinta sejati? Cinta dari masyarakat timur selalu sulit diungkapkan, kebanyakan mereka menyatakan rasa cinta kasih mereka melalui tindakan. Cinta dari masyarakat Barat selalu tergantung di bibir, selalu mengingatkan Anda.

Ada perkataan, “Empat unsur yang membentuk cinta: perhatian, tanggung jawab, saling menghormati, saling memahami.” Cinta itu bagaikan sebidang ilmu, juga seperti sebuah mata pelajaran, ingin mencintai seseorang pertama-tama Anda harus memahami lebih dulu, cinta itu apa?

Mencintai seseorang itu, harus lebih dulu mempercayai orang yang Anda cintai itu. Karena cinta itu tanpa syarat juga tidak ada bayaran. Persis seperti cinta kasih ayah dan ibu, adalah tidak menuntut balas, tetapi cinta kasih sepasang kekasih yang bersumpah sehidup semati, jika ingin saling mencintai sepanjang masa bukankah harus mempunyai dasar yang stabil?

Cinta itu harus saling menghormati. Karena cinta itu berasal dari saling percaya, melindungi, perhatian dan bisa menerima. Ketika Anda benar-benar mulai merasakan hati tergerak, serta memperhatikan gerak gerik orang yang membuat hati Anda tergerak itu, maka tindakan Anda sudah mulai mengandung kadar cinta di dalamnya. Tetapi mencintai seseorang itu bukan hendak memiliki keseluruhan orang itu, melainkan bisa lebih mempertimbangkan dari sudut pandang dan perasaannya, serta bisa menyuarakan pada saat yang tepat.

Jika hanya ingin memiliki orang lain dan tidak mempedulikan segalanya, ini namanya cinta yang egois.

Bila hanya untuk bisa hidup bersama dan tanpa mempedulikan segalanya, ini namanya cinta dengan semaunya sendiri.

Saat menghadapi cobaan, bila memilih meninggalkan kekasih, cinta demikian ini bukan cinta sejati.

Saat menghadapi tekanan, bila menghindar dan meninggalkan kekasih untuk pergi, ini bukan cinta sejati.

Bila dapat demi cita-cita dan kebahagiaan orang lain, dan menahan hati cinta kasih diri sendiri, ini adalah pengorbanan cinta.

Bila demi kebahagiaan bersama di masa yang akan datang, menahan perasaan hati karena tidak bisa bersama, ini adalah cinta kasih tanpa pamrih.

Dalam mencintai seseorang, bila sejak awal bisa menghormati pihak lawan itulah permulaan dari cinta.

Dalam mencintai seseorang, bila sejak awal bisa mempercayai pihak lawan, itulah manifestasi dari cinta.

Bila dapat memahami perasaan pihak lawan, dengan berpijak atas dasar pemikiran pihak lain, itulah yang disebut benar-benar mengerti bagaimana mencintai!

Tidak diragukan lagi bahwa cinta kasih itu akan membuat seseorang menjadi baik, cinta kasih itu mempunyai kekuatan menuju ke atas serta mendapatkan kegembiraan. Tetapi mencintai atau dicintai itu sama-sama merupakan suatu pembelajaran, karena cinta itu adalah subyektif. Ketika seseorang sudah memutuskan hatinya diberikan kepada seseorang, berpendapat bahwa pihak lawan sudah bisa seia-sekata dengan dirinya, maka Anda harus benar-benar memahami makna yang hakiki dari cinta!

Sebab bila Anda ingin benar-benar “mencintai”, bukan hanya menuntut balasan saja, tetapi harus ada pengorbanan dan tekad mengambil keputusan. (Epochtimes.co.id)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 

Bagaimana Mengasihi?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Forum Community 52 :: Hobby and Entertainment :: Stationery-
Berbagi Hal Unik | JadikanPinter! | Website SMA N 52 Jakarta | Rohis SMA N 52 Jkt | Follow Us On Facebook | Follow Us On Twitter